ABOUT
Hai! Nama saya Yudi Hastono. Saya dilahirkan di sebuah kota kecil bernama Solo pada bulan Maret 1978 silam. Sampai sekarang saya masih bertempat tinggal di Solo, sebuah tempat yang memiliki arti tersendiri bagi saya. Saya mulai belajar musik sejak usia 10 tahun (late starter…^_^). Waktu itu orangtua saya mengarahkan saya untuk belajar electone (organ). Awalnya untuk berangkat les saja saya harus dipaksa tapi 2 tahun kemudian (sigh..that’s too long) minat musik saya mulai terlihat dan terus bertumbuh. Sejak saat itu saya banyak menghabiskan waktu saya dengan musik. Bahkan belajar dan tidur pun harus ditemani oleh alunan musik. Oya, saya juga suka sekali membuat aransemen musik dengan program komputer. Awalnya hanya hobi tapi setelah ditekuni malah akhirnya justru menjadi matapencaharian utama.
Family

Istri saya, Cisca dan anak saya, Ray adalah 2 orang yang menyempurnakan waktu-waktu saya. Merekalah anugerah terindah yang Tuhan telah sediakan bagi saya. Sekarang kami tinggal di sebuah rumah ‘mewah’ (mepet sawah). Dulu depan rumah kami sawah, sebelah kanan rumah kami juga sawah. Sekarang sawah yang di sebelah kanan sudah jadi rumah berpondasi. Rupanya sang pemilik sawah telah menjual tanahnya dan telah laku. Bakal punya tetangga baru nih; tapi entah kapan nggak tau. Sejak tanahnya dipondasi belum ada pembangunan lebih lanjut. Lho kok malah ke situ ceritanya. *bingung sendiri*
Mengapa musik?
Saya kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Sanatha Dharma, Jurusan Bahasa dan Seni. Saya memilih Program Studi Bahasa Inggris. Jadi mestinya saya jadi guru Bahasa Inggris, penerjemah, English news reporter atau pekerjaan lain yang berhubungan dengan Bahasa Inggris. Namun ternyata panggilan jiwa saya tidak di sana melainkan di musik. Musik adalah passion saya. Bagi saya musik tidak mengenal batasan apapun. Musik mampu menyentuh hati. Saya sangat bersyukur bisa bekerja di bidang yang saya sukai.
Perjalanan itu…
1996. Saya memasuki bangku kuliah.
1997- 2000. Saya sempat mengikuti Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) di tahun 1997, sebuah ajang lomba cipta lagu tahunan tingkat nasional yang diadakan oleh Prambors. Ajang lomba cipta lagu ini pernah melambungkan nama Chrisye (almarhum) dan James F Sundah lewat lagu Lilin-lilin Kecil. Berkat kasih karunia Tuhan, lagu saya Masa Kecil berhasil masuk 5 besar tingkat nasional. Saya juga sempat dihubungi oleh panita dan diberitahu bahwa lagu saya akan direkam dan masuk dalam album LCLR’97 dan untuk penggarapan musiknya ditangani oleh Edwin Saladin, mantan keyboardist Modulus Band. Saya sendiri sempat ke Jakarta, bertemu Edwin dan mengikuti proses pembuatan musiknya. Sayang, acara itu tidak ada tindak lanjutnya bagai hilang ditelan bumi. Dari panitia juga tidak pernah ada kabar apalagi kejelasan mengenai event tersebut. Lagu sayapun batal direkam dan malam penghargaan yang sudah direncanakan juga tidak pernah terjadi. Sejak itu LCLR tidak pernah ada lagi.
Di masa-masa kuliah ini, saya juga aktif dalam kegiatan musik di kampus, bermain band di acara-acara kampus dan bergabung dalam paduan suara mahasiswa Cantus Firmus sebagai tenor dua dan sempat menjadi pianis di salah satu konsernya. Saya juga mendapat pengalaman berharga karena pernah bergabung dengan band Jikustik sebagai additional player di New Year’s Eve Bersama Jikustik yang diadakan di Radisson Hotel yang sekarang menjadi Jogja Plaza Hotel. Saat itu Jikustik belum memiliki pemain keyboard dan saya mengisi posisi itu. Setelah acara itu saya mendapat penawaran untuk bergabung menjadi personil tetap. Sayang, gayung tak bersambut. Waktu itu saya belum siap dan masih ingin fokus di studi.
2001. Saya menyelesaikan studi S1 saya sebagai lulusan terbaik dengan predikat Cum Laude dan IP 3,83. Itu semua karena kasih karunia Tuhan. Setelah lulus, saya bukannya segera melamar pekerjaan malah ‘ngeyel’ di musik. Saya pulang ke Solo dan mengajar electone dan piano di salah satu kursus musik Yamaha. Sebenarnya sejak kuliah saya sudah nyambi mengajar musik tapi hanya hari Sabtu saja karena tiap Sabtu saya pulang ke Solo. Ketika mengerjakan skripsi saya malah 2 kali seminggu ke Solo untuk mengajar. Setelah lulus kuliah, jam mengajar saya jadi lebih intense. Hampir setiap hari ada kelas yang dipercayakan kepada saya.
2002. Saya mendapat penawaran bekerja di Jakarta sebagai music programmer di sebuah perusahaan rekaman baru. Saya pun menerima tawaran ini. Namun setelah saya bekerja 7 bulan di sana, perusahaan ini tutup karena kesalahan mengelola keuangannya. Meskipun hanya 7 bulan bekerja, saya mendapat banyak pengalaman berharga di sana.
Di tahun ini pula, melalui sebuah usaha yang tiada kenal lelah, band saya yang dibentuk semasa kuliah dikontrak oleh salah satu label rekaman di Jakarta. Label rekaman inilah yang melejitkan nama Slank. Waktu itu kami begitu excited. Seluruh proses produksi dilakukan di Jakarta. Kami juga sempat bekerjasama dengan Yovie Widianto untuk penggarapan musiknya. Bahkan ada salah satu lagu yang terpilih sebagai theme song sinetron “Ketulusan” dengan pemeran utama Meisya Siregar. Sayang seribu sayang, sepertinya pihak label berubah pikiran atau mungkin tidak siap untuk berpromosi. Album kami yang sudah siap edar tidak pernah beredar padahal pihak label sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit selama proses produksi. Selama berbulan-bulan tidak pernah ada kejelasan dari pihak label tentang status band kami. Akhirnya band kami pun terpaksa bubar karena masing-masing personil harus mengambil langkah untuk mempersiapkan masa depannya masing-masing.
2003. Saya pulang ke Solo dan mulai mengerjakan proyek album tematis dari Maranatha, salah satunya album rohani Katolik dengan tema penghormatan kepada Bunda Maria berjudul Salam untuk Maria. Di tahun ini saya juga sempat mengikuti Lomba Cipta Lagu Gereja Katolik Tingkat Nasional yang diadakan oleh Konferensi Keuskupan se-Indonesia. Puji Tuhan! Dari 1206 lagu yang berhasil dijaring oleh panitia, lagu saya Santa Maria, Kau Bundaku berhasil masuk dalam 10 nominasi lagu terbaik dan dipagelarkan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 17 Oktober 2003.
2004-2005. Saya mulai mengibarkan bendera Mirabilia Music. Awalnya Mirabilia Music ini hanya memproduksi album anak-anak sekuler. Produksinya pun juga masih dalam cakupan yang terbatas, istilahnya “kalangan sendiri”. Namun lama kelamaan, terpanggil juga saya untuk membuat album rohani. Album rohani pertama yang saya buat adalah Yang Paling Mengerti – Siska, diluncurkan di penghujung tahun 2005.
2006-2008. Saya terus berkarya di musik rohani. Di tahun 2008, lagu saya Penyuluh Jalanku (ada di album Penyuluh Jalanku – Adelia Lukmana), Bila Tuhan Mengujimu (ada di album Yang Paling Mengerti – Siska dan Penyuluh Jalanku – Adelia Lukmana) dan Kau Bagian yang Terindah (ada di album TentangMu – Dewi Guna) oleh berkat Tuhan masuk dalam 5 besar nominasi Song of The Year di Indonesian Gospel Music Award (IGMA) 2008. Saya sangat bersyukur karena kasih karunia Tuhan begitu besar dalam kehidupan saya. Melalui ketiga lagu ini, Tuhan menghantarkan saya menerima penghargaan Song Writer of the Year IGMA 2008.
2009 – sekarang. Saat ini saya masih terus aktif berkarya di musik rohani baik itu mencipta lagu, membuat aransemen ataupun menangani proses produksi album rohani. Di sela-sela waktu saya, saya sekarang suka membaca buku atau artikel di internet tentang situs jejaring (social networks) dan blogging. Di blog pribadi ini, saya juga akan mencoba berbagi banyak hal tentang musik hingga topik seputar situs jejaring dan blogging.
Tentang situs saya
Dari hulu ke hilir situs ini dibangun di atas platform Wordpress.
Tempat hostingnya di Idwebhost.
Didisain oleh Matt Brett, seorang disainer premium di divisi Envato Marketplace bernama Themeforest. Bagi Anda yang ingin memperbaiki tampilan blognya, saya sarankan untuk mencoba berkunjung ke Themeforest. Di sana ada banyak pilihan theme untuk Blogger dan Wordpress dengan disain yang menawan dan harga yang terjangkau. Jangan salahkan saya bila setiba di sana Anda kebingungan memilih themenya :).


You are very talented in music Yud! Keep it your good work and May God always bless every step of your life….
Haaaa…Yunike…Thanks ya…Waw, kamu blogging juga ya ternyata…Asyik asyik, bikin ngiler tuh..haha…Fotonya juga bagus-bagus. Bentar habis ini aku main sana lagi ahhhh….Thanks ya Yun…
aloha…. ketemu akhirnya… dan ternyata masih ada beberapa cd “paman petani” yang masih tersimpan yang belum sempat aku kembalikan, coz.. gak tau gimana bisa hubungi mas yudi. by the way dah besar ya ternyata si cantik yang dulu imoet gimana kabar sekarang mas…. thank’s a lot
Pak, aku udah kasih reply lewat fb yah…. Nuwun ya Pak…. :)
Yud…..baca semua ceritamu diatas…aku seneng banget n bangga banget buat kamu n dede…Ingat gimana perjuanganmu..dan buat aku kalian berdua tetep sahabat yang bener2 aku sayangi..meski gak pernah ketemu..Hidup ini sungguh sangat disyukuri karena bisa bermanfaat bagi Kemuliaan Tuhan dan bermanfaat pula bagi sesama. JBU