<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for yudihastono.com</title>
	<atom:link href="http://yudihastono.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yudihastono.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Mar 2011 02:41:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Perbedaan Refrain dan Chorus by Chris Othersides</title>
		<link>http://yudihastono.com/songwriting/perbedaan-refrain-dan-chorus/comment-page-1/#comment-303</link>
		<dc:creator>Chris Othersides</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 02:41:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1448#comment-303</guid>
		<description>thanks infonya, mas :D jadi tau deh bedanya, dan sepertinya selama ini saia salah mengira. ahak hakh ak

saia jugak lagi belajar2 bikin lagu niy dan dipublish di internet, Mas.
hehehe

mampir juga ya, Mas ke blog saia

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks infonya, mas :D jadi tau deh bedanya, dan sepertinya selama ini saia salah mengira. ahak hakh ak</p>
<p>saia jugak lagi belajar2 bikin lagu niy dan dipublish di internet, Mas.<br />
hehehe</p>
<p>mampir juga ya, Mas ke blog saia</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Melodi dulu atau lirik dulu? by andreas spk</title>
		<link>http://yudihastono.com/songwriting/melodi-dulu-atau-lirik-dulu/comment-page-1/#comment-157</link>
		<dc:creator>andreas spk</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 05:54:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1347#comment-157</guid>
		<description>tulisan yg dapat membantu khususnya para pecinta musik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan yg dapat membantu khususnya para pecinta musik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Nostalgia Electone by yudihastono</title>
		<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/comment-page-1/#comment-142</link>
		<dc:creator>yudihastono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 14:58:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1311#comment-142</guid>
		<description>Halo mas Henri... tentu saya masih ingat. Yang pinter bikin aransemen paduan suara itu kan? :)

Wah, ternyata gerejanya mengikuti jaman ya mas. Mini Stagea atau ELB-01 ini sudah lebih dari cukup kalo untuk pemakaian di gereja. Memang versi ini boleh dibilang mini-nya Stagea (ELS-01C). Tentu saja ada fitur-fitur Stagea yang tidak ada dalam Mini Stagea. 

Sebenarnya saya bukan orang yang kompeten mas dalam menjawab pertanyaan ini. Saya sendiri sudah lama tidak mengikuti perkembangan electone secara intensif. Tapi karena mas Henri tanya, timbul juga rasa penasaran saya dan saya coba cari jawabannya dengan bantuan om G. Ini saya coba jawab sebisanya ya.

Kalo dilihat fisiknya yang pertama terlihat adalah LCDnya. Stagea dilengkapi 6.5 inch LCD dan full colour. LCD Mini Stagea lebih kecil dan tidak full colour. Terus di Stagea ada 2nd expression pedal untuk pitch bending dan mengontrol tempo. Mini Stagea hanya dilengkapi dengan satu expression pedal. Bangku Stagea lebih lebar dan lebih elegan disainnya. Bahan body nya juga sepertinya beda. Terus di bagian lower keyboard ada 16 registration panel. Sedangkan registration panel Mini Stagea ada di dashboard atas sebelah kanan, dan hanya ada 8. 

Kalo dari isinya, Stagea dilengkapi dengan 415 preset suara sedangkan Mini Stagea 245 preset suara. Saya rasa untuk kualitas dan &quot;richness&quot;nya sama karena seperti Stagea, preset suara Mini Stagea juga dirancang dengan menggunakan teknologi AWM. Hanya saja, Stagea dilengkapi juga dengan tambahan VA (Virtual Acoustic) Voices. Kalo nggak salah, VA ini juga dipakai oleh keyboard-keyboard high-end keluaran YAMAHA. Ada 94 bank suara VA. Dalam daftar fitur Mini Stagea saya tidak mendapatkan info tentang VA Voices ini. Jadi kok sepertinya Mini Stagea tidak dilengkapi dengan VA Voices ini ya.
 
Stagea dilengkapi juga dengan FSV keyboard untuk HORIZONTAL touch dan Initial After touch. Pada dasarnya ini menuntut cara kita menekan tuts pada keyboardnya. FSV ini bisa digunakan untuk mengubah pitch dari tuts yang kita tekan dengan menggerakkan tuts yang kita tekan ke kiri atau ke kanan. Ini sangat berguna untuk memberikan efek vibrato sekaligus mengontrol range vibratonya. Saya ragu apakah Mini Stagea juga dilengkapi dengan fitur ini.

Sebenarnya masih ada beberapa perbedaan lagi tapi yang membuat perbedaan besar antara Stagea dan Mini Stagea adalah Mini Stagea tidak dilengkapi dengan Sequncer. Jadi kita tidak bisa membuat program musik di Mini Stagea. 

Mungkin itu mas yang bisa saya share. Maturnuwun sudah mampir.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo mas Henri&#8230; tentu saya masih ingat. Yang pinter bikin aransemen paduan suara itu kan? :)</p>
<p>Wah, ternyata gerejanya mengikuti jaman ya mas. Mini Stagea atau ELB-01 ini sudah lebih dari cukup kalo untuk pemakaian di gereja. Memang versi ini boleh dibilang mini-nya Stagea (ELS-01C). Tentu saja ada fitur-fitur Stagea yang tidak ada dalam Mini Stagea. </p>
<p>Sebenarnya saya bukan orang yang kompeten mas dalam menjawab pertanyaan ini. Saya sendiri sudah lama tidak mengikuti perkembangan electone secara intensif. Tapi karena mas Henri tanya, timbul juga rasa penasaran saya dan saya coba cari jawabannya dengan bantuan om G. Ini saya coba jawab sebisanya ya.</p>
<p>Kalo dilihat fisiknya yang pertama terlihat adalah LCDnya. Stagea dilengkapi 6.5 inch LCD dan full colour. LCD Mini Stagea lebih kecil dan tidak full colour. Terus di Stagea ada 2nd expression pedal untuk pitch bending dan mengontrol tempo. Mini Stagea hanya dilengkapi dengan satu expression pedal. Bangku Stagea lebih lebar dan lebih elegan disainnya. Bahan body nya juga sepertinya beda. Terus di bagian lower keyboard ada 16 registration panel. Sedangkan registration panel Mini Stagea ada di dashboard atas sebelah kanan, dan hanya ada 8. </p>
<p>Kalo dari isinya, Stagea dilengkapi dengan 415 preset suara sedangkan Mini Stagea 245 preset suara. Saya rasa untuk kualitas dan &#8220;richness&#8221;nya sama karena seperti Stagea, preset suara Mini Stagea juga dirancang dengan menggunakan teknologi AWM. Hanya saja, Stagea dilengkapi juga dengan tambahan VA (Virtual Acoustic) Voices. Kalo nggak salah, VA ini juga dipakai oleh keyboard-keyboard high-end keluaran YAMAHA. Ada 94 bank suara VA. Dalam daftar fitur Mini Stagea saya tidak mendapatkan info tentang VA Voices ini. Jadi kok sepertinya Mini Stagea tidak dilengkapi dengan VA Voices ini ya.</p>
<p>Stagea dilengkapi juga dengan FSV keyboard untuk HORIZONTAL touch dan Initial After touch. Pada dasarnya ini menuntut cara kita menekan tuts pada keyboardnya. FSV ini bisa digunakan untuk mengubah pitch dari tuts yang kita tekan dengan menggerakkan tuts yang kita tekan ke kiri atau ke kanan. Ini sangat berguna untuk memberikan efek vibrato sekaligus mengontrol range vibratonya. Saya ragu apakah Mini Stagea juga dilengkapi dengan fitur ini.</p>
<p>Sebenarnya masih ada beberapa perbedaan lagi tapi yang membuat perbedaan besar antara Stagea dan Mini Stagea adalah Mini Stagea tidak dilengkapi dengan Sequncer. Jadi kita tidak bisa membuat program musik di Mini Stagea. </p>
<p>Mungkin itu mas yang bisa saya share. Maturnuwun sudah mampir.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Nostalgia Electone by Henri</title>
		<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/comment-page-1/#comment-141</link>
		<dc:creator>Henri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 07:41:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1311#comment-141</guid>
		<description>Hallo mas Yudi.. masih ingat saya? Kalau sudah lupa, tinggal ke website saya saja. Hehe...

Saya pun sudah lama tidak update blog, karena kesibukan juga. Bagaimana kabarnya?
Ya, memang STAGEA sangat bagus. Tapi di gereja saya (stasi Maguwo), kami hanya mampu membeli Mini Stagea (bukan Stagea). Kalau dilihat sekilas, tidak begitu berbeda. Saya juga masih penasaran dengan the real Stagea itu mas. Apa mas mengerti perbedaan keduanya (Mini Stagea vs Stagea) terletak di mana?

Ini cuma iseng posting komentar, tapi saya harap panjenengan jangan iseng membalas komentar. Hahaha...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo mas Yudi.. masih ingat saya? Kalau sudah lupa, tinggal ke website saya saja. Hehe&#8230;</p>
<p>Saya pun sudah lama tidak update blog, karena kesibukan juga. Bagaimana kabarnya?<br />
Ya, memang STAGEA sangat bagus. Tapi di gereja saya (stasi Maguwo), kami hanya mampu membeli Mini Stagea (bukan Stagea). Kalau dilihat sekilas, tidak begitu berbeda. Saya juga masih penasaran dengan the real Stagea itu mas. Apa mas mengerti perbedaan keduanya (Mini Stagea vs Stagea) terletak di mana?</p>
<p>Ini cuma iseng posting komentar, tapi saya harap panjenengan jangan iseng membalas komentar. Hahaha&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Music Programming by andrew auric</title>
		<link>http://yudihastono.com/about-me/music-programing/comment-page-1/#comment-135</link>
		<dc:creator>andrew auric</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Sep 2010 14:23:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?page_id=1120#comment-135</guid>
		<description>you inspire me :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>you inspire me :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ABOUT by yudihastono</title>
		<link>http://yudihastono.com/about/comment-page-1/#comment-133</link>
		<dc:creator>yudihastono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 02:42:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/about/#comment-133</guid>
		<description>@Aga: Amiiin, Ga..  Iya, jadi ingat masa-masa dulu ya... Luntang-luntung sana sini, bikin roti di rumahmu.. Roti bakaran di dekat bunderan itu. Apa tuh ya nama warungnya. Hahaha.. Seru banget. Bener banget kata2mu itu.. Sukses selalu buat kamu ya sista..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Aga: Amiiin, Ga..  Iya, jadi ingat masa-masa dulu ya&#8230; Luntang-luntung sana sini, bikin roti di rumahmu.. Roti bakaran di dekat bunderan itu. Apa tuh ya nama warungnya. Hahaha.. Seru banget. Bener banget kata2mu itu.. Sukses selalu buat kamu ya sista..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ABOUT by yudihastono</title>
		<link>http://yudihastono.com/about/comment-page-1/#comment-132</link>
		<dc:creator>yudihastono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 02:34:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/about/#comment-132</guid>
		<description>Salam kenal juga mas Markus. Terimakasih mas untuk puijannya tapi jujur aja masih banyak kekurangannya mas.. ^_^. God bless you too.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal juga mas Markus. Terimakasih mas untuk puijannya tapi jujur aja masih banyak kekurangannya mas.. ^_^. God bless you too.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

