<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for yudihastono.com</title>
	<atom:link href="http://yudihastono.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yudihastono.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Feb 2010 14:57:37 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on ABOUT by yudihastono</title>
		<link>http://yudihastono.com/about/comment-page-1/#comment-53</link>
		<dc:creator>yudihastono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 14:57:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/about/#comment-53</guid>
		<description>Pak, aku udah kasih reply lewat fb yah.... Nuwun ya Pak.... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, aku udah kasih reply lewat fb yah&#8230;. Nuwun ya Pak&#8230;. :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Nostalgia Electone by yudihastono</title>
		<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/comment-page-1/#comment-52</link>
		<dc:creator>yudihastono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 14:28:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1311#comment-52</guid>
		<description>Ibu Nita,

1. Yang penting sebenarnya menumbuhkan minat musiknya dulu. Kalo sudah tumbuh minat musik yang besar, nantinya belajar juga nggak perlu disuruh lagi. Kalo emang dia suka electone, ya bisa mulai dari electone dulu. Mungkin bisa digali lagi kenapa jaim? Coba ditanya lagi dan diberi pengertian supaya tidak perlu jaim. 

Sebagai alternatif mungkin bisa ambil kelas privat di tempat kursus. Jadi cuma dia sama gurunya saja di satu ruangan. Masa sama gurunya juga masih jaim? Kalo jaim sama teman2 di sekolah, kenapa mesti jaim? Kan umur 9 tahun juga masih belum terlambat belajar musik? Saya mulai belajar juga mulai kelas 4 SD (kira2 umur 10 tahun). Kalo sampai dia bisa musik bukanya itu akan jadi kebanggan dia juga nantinya? Kalo dikasih pengertian belum bisa ya sebaiknya jangan dipaksa. 

Kalo saya dulu sih ada dipaksanya. Tapi memaksa juga nggak asal maksa kan, Bu. Mesti dilihat juga bagaimana di keluarga apakah ada yang suka musik atau tidak. Mungkin papa atau kakeknya suka musik? Karena konon talenta musik ternyata juga ada faktor genetika juga. 

2. Kalo sudah suka belajar electone, bisa mulai dikenalkan piano. Mana yang lebih baik, sebenarnya tergantung dari tujuan anak atau Ibu sendiri, juga tergantung dari kurikulum tempat kursus. Namun kalo saya menyarankan, ambil dua-duanya karena tujuan pembelajaran kedua alat musik ini berbeda.  Dengan mengambil dua2nya, kurikulumnya akan saling melengkapi. Namun jika harus memilih salah satu, sebaiknya ambil piano saja. Apalagi untuk jangka panjang. Dari piano juga lebih mudah untuk penyesuaian ke alat musik turunannya yaitu keyboard dan electone. Namun untuk belajar piano ini si anak harus benar2 suka musik dan tekun supaya belajarnya bisa langgeng dan ibu nggak capek2 menyuruh belajar, karena banyak materi lagu klasik yang bagi anak2 mungkin monoton dan membosankan. Tapi kembali lagi ke minat si anak. Kalo tetap suka electone dan nggak siap pindah ke piano ya jangan dipaksa.

3. Saat yang tepat kalo si anak sudah terlihat minat belajarnya. Tapi kalo keberadaan electone ini bersifat wajib untuk menunjang berlatih di rumah, ya coba cari tipe yang paling murah atau yang second. Dulu saya juga gitu. Dibeliin yang murah dulu. Yang perlu diingat, jual electone lebih susah daripada jual piano Bu. Karena electone ini kan barang termasuk barang elektronik dengan teknologi. Setiap beberapa tahun sekali keluar tipe-tipe baru yang lebih canggih. Saya sendiri sudah tidak begitu mengikuti perkembangan electone ini. Terkakhir yang saya tahu adalah Yamaha EL-90. Setelah itu keluar tipe Yamaha ELX-1. Soal harga memang sangat mahal. Tapi ketika jual harga bisa banyak turun. Alternatif lain bisa menggunakan keyboard untuk belajar. Nanti di tempat kursus paling anak berlatih menyesuaikan sebentar dengan electone. 

Mudah2an tidak bingung lagi ya Bu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu Nita,</p>
<p>1. Yang penting sebenarnya menumbuhkan minat musiknya dulu. Kalo sudah tumbuh minat musik yang besar, nantinya belajar juga nggak perlu disuruh lagi. Kalo emang dia suka electone, ya bisa mulai dari electone dulu. Mungkin bisa digali lagi kenapa jaim? Coba ditanya lagi dan diberi pengertian supaya tidak perlu jaim. </p>
<p>Sebagai alternatif mungkin bisa ambil kelas privat di tempat kursus. Jadi cuma dia sama gurunya saja di satu ruangan. Masa sama gurunya juga masih jaim? Kalo jaim sama teman2 di sekolah, kenapa mesti jaim? Kan umur 9 tahun juga masih belum terlambat belajar musik? Saya mulai belajar juga mulai kelas 4 SD (kira2 umur 10 tahun). Kalo sampai dia bisa musik bukanya itu akan jadi kebanggan dia juga nantinya? Kalo dikasih pengertian belum bisa ya sebaiknya jangan dipaksa. </p>
<p>Kalo saya dulu sih ada dipaksanya. Tapi memaksa juga nggak asal maksa kan, Bu. Mesti dilihat juga bagaimana di keluarga apakah ada yang suka musik atau tidak. Mungkin papa atau kakeknya suka musik? Karena konon talenta musik ternyata juga ada faktor genetika juga. </p>
<p>2. Kalo sudah suka belajar electone, bisa mulai dikenalkan piano. Mana yang lebih baik, sebenarnya tergantung dari tujuan anak atau Ibu sendiri, juga tergantung dari kurikulum tempat kursus. Namun kalo saya menyarankan, ambil dua-duanya karena tujuan pembelajaran kedua alat musik ini berbeda.  Dengan mengambil dua2nya, kurikulumnya akan saling melengkapi. Namun jika harus memilih salah satu, sebaiknya ambil piano saja. Apalagi untuk jangka panjang. Dari piano juga lebih mudah untuk penyesuaian ke alat musik turunannya yaitu keyboard dan electone. Namun untuk belajar piano ini si anak harus benar2 suka musik dan tekun supaya belajarnya bisa langgeng dan ibu nggak capek2 menyuruh belajar, karena banyak materi lagu klasik yang bagi anak2 mungkin monoton dan membosankan. Tapi kembali lagi ke minat si anak. Kalo tetap suka electone dan nggak siap pindah ke piano ya jangan dipaksa.</p>
<p>3. Saat yang tepat kalo si anak sudah terlihat minat belajarnya. Tapi kalo keberadaan electone ini bersifat wajib untuk menunjang berlatih di rumah, ya coba cari tipe yang paling murah atau yang second. Dulu saya juga gitu. Dibeliin yang murah dulu. Yang perlu diingat, jual electone lebih susah daripada jual piano Bu. Karena electone ini kan barang termasuk barang elektronik dengan teknologi. Setiap beberapa tahun sekali keluar tipe-tipe baru yang lebih canggih. Saya sendiri sudah tidak begitu mengikuti perkembangan electone ini. Terkakhir yang saya tahu adalah Yamaha EL-90. Setelah itu keluar tipe Yamaha ELX-1. Soal harga memang sangat mahal. Tapi ketika jual harga bisa banyak turun. Alternatif lain bisa menggunakan keyboard untuk belajar. Nanti di tempat kursus paling anak berlatih menyesuaikan sebentar dengan electone. </p>
<p>Mudah2an tidak bingung lagi ya Bu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Nostalgia Electone by nita</title>
		<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/comment-page-1/#comment-49</link>
		<dc:creator>nita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 06:32:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1311#comment-49</guid>
		<description>Thanks atas sharing pengalamannya.  
Saya mau minta advice untuk anak saya (pria, 9 thn).  Sekarang dia baru belajar electone 2 bulan.  
Pertanyaan saya :
1.  Di rumah ada keyboard standard ; dia latihan jarang 2 (kalau disuruh). Menurut saya dia tidak menunjukkan antusiasme seperti  Bapak.  Saya sudah anjurkan untuk belajar gitar/biola/piano saja tapi dia tidak mau. Mungkin dia terpesona oleh suara electone yang bisa bermacam-macam.  Kalau saya belikan electone takut tidak terpakai karena dia suam2 kuku saja. Tidak dibelikan, dia tidak latihan di rumah, alasannya tidak ada pedal kaki (beda). Saya ajak belajar di tempat kursus tidak mau (jaim).

2. Apa dia harus tetap belajar electone ? Apa baiknya pindah ke piano (soalnya banyak banget yang suka belajar piano &amp; rata2 lebih pro belajar piano).

3. Kapan saat yang tepat untuk beli electone ? (harganya EL01 mahal lho 17 juta lebih).

Nasihatnya dinanti.  Trima kasih banyak.
Ibu Nita yang sedang bingung.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks atas sharing pengalamannya.<br />
Saya mau minta advice untuk anak saya (pria, 9 thn).  Sekarang dia baru belajar electone 2 bulan.<br />
Pertanyaan saya :<br />
1.  Di rumah ada keyboard standard ; dia latihan jarang 2 (kalau disuruh). Menurut saya dia tidak menunjukkan antusiasme seperti  Bapak.  Saya sudah anjurkan untuk belajar gitar/biola/piano saja tapi dia tidak mau. Mungkin dia terpesona oleh suara electone yang bisa bermacam-macam.  Kalau saya belikan electone takut tidak terpakai karena dia suam2 kuku saja. Tidak dibelikan, dia tidak latihan di rumah, alasannya tidak ada pedal kaki (beda). Saya ajak belajar di tempat kursus tidak mau (jaim).</p>
<p>2. Apa dia harus tetap belajar electone ? Apa baiknya pindah ke piano (soalnya banyak banget yang suka belajar piano &amp; rata2 lebih pro belajar piano).</p>
<p>3. Kapan saat yang tepat untuk beli electone ? (harganya EL01 mahal lho 17 juta lebih).</p>
<p>Nasihatnya dinanti.  Trima kasih banyak.<br />
Ibu Nita yang sedang bingung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ABOUT by mr.good</title>
		<link>http://yudihastono.com/about/comment-page-1/#comment-17</link>
		<dc:creator>mr.good</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 14:53:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/about/#comment-17</guid>
		<description>aloha.... ketemu akhirnya... dan ternyata masih ada beberapa cd  &quot;paman petani&quot; yang masih tersimpan yang belum sempat aku kembalikan, coz.. gak tau gimana bisa hubungi mas yudi. by the way dah besar ya ternyata si cantik yang dulu imoet gimana kabar sekarang mas.... thank&#039;s a lot</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aloha&#8230;. ketemu akhirnya&#8230; dan ternyata masih ada beberapa cd  &#8220;paman petani&#8221; yang masih tersimpan yang belum sempat aku kembalikan, coz.. gak tau gimana bisa hubungi mas yudi. by the way dah besar ya ternyata si cantik yang dulu imoet gimana kabar sekarang mas&#8230;. thank&#8217;s a lot</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ABOUT by yudihastono</title>
		<link>http://yudihastono.com/about/comment-page-1/#comment-8</link>
		<dc:creator>yudihastono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 17:43:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/about/#comment-8</guid>
		<description>Haaaa...Yunike...Thanks ya...Waw, kamu blogging juga ya ternyata...Asyik asyik, bikin ngiler tuh..haha...Fotonya juga bagus-bagus. Bentar habis ini aku main sana lagi ahhhh....Thanks ya Yun...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Haaaa&#8230;Yunike&#8230;Thanks ya&#8230;Waw, kamu blogging juga ya ternyata&#8230;Asyik asyik, bikin ngiler tuh..haha&#8230;Fotonya juga bagus-bagus. Bentar habis ini aku main sana lagi ahhhh&#8230;.Thanks ya Yun&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ABOUT by yun</title>
		<link>http://yudihastono.com/about/comment-page-1/#comment-7</link>
		<dc:creator>yun</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 17:23:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/about/#comment-7</guid>
		<description>You are very talented in music Yud! Keep it your good work and May God always bless every step of your life....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>You are very talented in music Yud! Keep it your good work and May God always bless every step of your life&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
