<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Nostalgia Electone</title>
	<atom:link href="http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Mar 2011 02:41:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: yudihastono</title>
		<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/comment-page-1/#comment-142</link>
		<dc:creator>yudihastono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 14:58:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1311#comment-142</guid>
		<description>Halo mas Henri... tentu saya masih ingat. Yang pinter bikin aransemen paduan suara itu kan? :)

Wah, ternyata gerejanya mengikuti jaman ya mas. Mini Stagea atau ELB-01 ini sudah lebih dari cukup kalo untuk pemakaian di gereja. Memang versi ini boleh dibilang mini-nya Stagea (ELS-01C). Tentu saja ada fitur-fitur Stagea yang tidak ada dalam Mini Stagea. 

Sebenarnya saya bukan orang yang kompeten mas dalam menjawab pertanyaan ini. Saya sendiri sudah lama tidak mengikuti perkembangan electone secara intensif. Tapi karena mas Henri tanya, timbul juga rasa penasaran saya dan saya coba cari jawabannya dengan bantuan om G. Ini saya coba jawab sebisanya ya.

Kalo dilihat fisiknya yang pertama terlihat adalah LCDnya. Stagea dilengkapi 6.5 inch LCD dan full colour. LCD Mini Stagea lebih kecil dan tidak full colour. Terus di Stagea ada 2nd expression pedal untuk pitch bending dan mengontrol tempo. Mini Stagea hanya dilengkapi dengan satu expression pedal. Bangku Stagea lebih lebar dan lebih elegan disainnya. Bahan body nya juga sepertinya beda. Terus di bagian lower keyboard ada 16 registration panel. Sedangkan registration panel Mini Stagea ada di dashboard atas sebelah kanan, dan hanya ada 8. 

Kalo dari isinya, Stagea dilengkapi dengan 415 preset suara sedangkan Mini Stagea 245 preset suara. Saya rasa untuk kualitas dan &quot;richness&quot;nya sama karena seperti Stagea, preset suara Mini Stagea juga dirancang dengan menggunakan teknologi AWM. Hanya saja, Stagea dilengkapi juga dengan tambahan VA (Virtual Acoustic) Voices. Kalo nggak salah, VA ini juga dipakai oleh keyboard-keyboard high-end keluaran YAMAHA. Ada 94 bank suara VA. Dalam daftar fitur Mini Stagea saya tidak mendapatkan info tentang VA Voices ini. Jadi kok sepertinya Mini Stagea tidak dilengkapi dengan VA Voices ini ya.
 
Stagea dilengkapi juga dengan FSV keyboard untuk HORIZONTAL touch dan Initial After touch. Pada dasarnya ini menuntut cara kita menekan tuts pada keyboardnya. FSV ini bisa digunakan untuk mengubah pitch dari tuts yang kita tekan dengan menggerakkan tuts yang kita tekan ke kiri atau ke kanan. Ini sangat berguna untuk memberikan efek vibrato sekaligus mengontrol range vibratonya. Saya ragu apakah Mini Stagea juga dilengkapi dengan fitur ini.

Sebenarnya masih ada beberapa perbedaan lagi tapi yang membuat perbedaan besar antara Stagea dan Mini Stagea adalah Mini Stagea tidak dilengkapi dengan Sequncer. Jadi kita tidak bisa membuat program musik di Mini Stagea. 

Mungkin itu mas yang bisa saya share. Maturnuwun sudah mampir.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo mas Henri&#8230; tentu saya masih ingat. Yang pinter bikin aransemen paduan suara itu kan? :)</p>
<p>Wah, ternyata gerejanya mengikuti jaman ya mas. Mini Stagea atau ELB-01 ini sudah lebih dari cukup kalo untuk pemakaian di gereja. Memang versi ini boleh dibilang mini-nya Stagea (ELS-01C). Tentu saja ada fitur-fitur Stagea yang tidak ada dalam Mini Stagea. </p>
<p>Sebenarnya saya bukan orang yang kompeten mas dalam menjawab pertanyaan ini. Saya sendiri sudah lama tidak mengikuti perkembangan electone secara intensif. Tapi karena mas Henri tanya, timbul juga rasa penasaran saya dan saya coba cari jawabannya dengan bantuan om G. Ini saya coba jawab sebisanya ya.</p>
<p>Kalo dilihat fisiknya yang pertama terlihat adalah LCDnya. Stagea dilengkapi 6.5 inch LCD dan full colour. LCD Mini Stagea lebih kecil dan tidak full colour. Terus di Stagea ada 2nd expression pedal untuk pitch bending dan mengontrol tempo. Mini Stagea hanya dilengkapi dengan satu expression pedal. Bangku Stagea lebih lebar dan lebih elegan disainnya. Bahan body nya juga sepertinya beda. Terus di bagian lower keyboard ada 16 registration panel. Sedangkan registration panel Mini Stagea ada di dashboard atas sebelah kanan, dan hanya ada 8. </p>
<p>Kalo dari isinya, Stagea dilengkapi dengan 415 preset suara sedangkan Mini Stagea 245 preset suara. Saya rasa untuk kualitas dan &#8220;richness&#8221;nya sama karena seperti Stagea, preset suara Mini Stagea juga dirancang dengan menggunakan teknologi AWM. Hanya saja, Stagea dilengkapi juga dengan tambahan VA (Virtual Acoustic) Voices. Kalo nggak salah, VA ini juga dipakai oleh keyboard-keyboard high-end keluaran YAMAHA. Ada 94 bank suara VA. Dalam daftar fitur Mini Stagea saya tidak mendapatkan info tentang VA Voices ini. Jadi kok sepertinya Mini Stagea tidak dilengkapi dengan VA Voices ini ya.</p>
<p>Stagea dilengkapi juga dengan FSV keyboard untuk HORIZONTAL touch dan Initial After touch. Pada dasarnya ini menuntut cara kita menekan tuts pada keyboardnya. FSV ini bisa digunakan untuk mengubah pitch dari tuts yang kita tekan dengan menggerakkan tuts yang kita tekan ke kiri atau ke kanan. Ini sangat berguna untuk memberikan efek vibrato sekaligus mengontrol range vibratonya. Saya ragu apakah Mini Stagea juga dilengkapi dengan fitur ini.</p>
<p>Sebenarnya masih ada beberapa perbedaan lagi tapi yang membuat perbedaan besar antara Stagea dan Mini Stagea adalah Mini Stagea tidak dilengkapi dengan Sequncer. Jadi kita tidak bisa membuat program musik di Mini Stagea. </p>
<p>Mungkin itu mas yang bisa saya share. Maturnuwun sudah mampir.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Henri</title>
		<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/comment-page-1/#comment-141</link>
		<dc:creator>Henri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 07:41:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1311#comment-141</guid>
		<description>Hallo mas Yudi.. masih ingat saya? Kalau sudah lupa, tinggal ke website saya saja. Hehe...

Saya pun sudah lama tidak update blog, karena kesibukan juga. Bagaimana kabarnya?
Ya, memang STAGEA sangat bagus. Tapi di gereja saya (stasi Maguwo), kami hanya mampu membeli Mini Stagea (bukan Stagea). Kalau dilihat sekilas, tidak begitu berbeda. Saya juga masih penasaran dengan the real Stagea itu mas. Apa mas mengerti perbedaan keduanya (Mini Stagea vs Stagea) terletak di mana?

Ini cuma iseng posting komentar, tapi saya harap panjenengan jangan iseng membalas komentar. Hahaha...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo mas Yudi.. masih ingat saya? Kalau sudah lupa, tinggal ke website saya saja. Hehe&#8230;</p>
<p>Saya pun sudah lama tidak update blog, karena kesibukan juga. Bagaimana kabarnya?<br />
Ya, memang STAGEA sangat bagus. Tapi di gereja saya (stasi Maguwo), kami hanya mampu membeli Mini Stagea (bukan Stagea). Kalau dilihat sekilas, tidak begitu berbeda. Saya juga masih penasaran dengan the real Stagea itu mas. Apa mas mengerti perbedaan keduanya (Mini Stagea vs Stagea) terletak di mana?</p>
<p>Ini cuma iseng posting komentar, tapi saya harap panjenengan jangan iseng membalas komentar. Hahaha&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yudihastono</title>
		<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/comment-page-1/#comment-130</link>
		<dc:creator>yudihastono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 01:22:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1311#comment-130</guid>
		<description>EL itu tipe yang lebih baru. Sound juga jauh lebih bagus. Harga tapi juga lebih mahal. Sekitar tahun 1993, harga HS-8 (seri tertinggi) sekitar 9 atau 10 juta sedangkan harga EL-90 seri tertinggi bisa mencapai 40 juta lebih. Kalau pasaran sekarang saya kurang tahu. 

Perbedaan lain lagi, seri EL sudah dilengkapi Music Disk Recorder atau MDR. Jadi pemain bisa merekam permainan dan registrasi suaranya ke dalam alat tersebut. Yang pasti setelah generasi EL, Yamaha masih mengeluarkan seri2 yang lebih baru dan lebih canggih. Seri yang terbaru yang saya dengar adalah Yamaha STAGEA. Untuk info lebih lanjut tentang seri yang lain bisa berkunjung ke http://www.electone.com/museum/. Untuk harga second mungkin lebih akurat kalo langsung bertanya ke dealer Yamaha electone terdekat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>EL itu tipe yang lebih baru. Sound juga jauh lebih bagus. Harga tapi juga lebih mahal. Sekitar tahun 1993, harga HS-8 (seri tertinggi) sekitar 9 atau 10 juta sedangkan harga EL-90 seri tertinggi bisa mencapai 40 juta lebih. Kalau pasaran sekarang saya kurang tahu. </p>
<p>Perbedaan lain lagi, seri EL sudah dilengkapi Music Disk Recorder atau MDR. Jadi pemain bisa merekam permainan dan registrasi suaranya ke dalam alat tersebut. Yang pasti setelah generasi EL, Yamaha masih mengeluarkan seri2 yang lebih baru dan lebih canggih. Seri yang terbaru yang saya dengar adalah Yamaha STAGEA. Untuk info lebih lanjut tentang seri yang lain bisa berkunjung ke <a href="http://www.electone.com/museum/" rel="nofollow">http://www.electone.com/museum/</a>. Untuk harga second mungkin lebih akurat kalo langsung bertanya ke dealer Yamaha electone terdekat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yudihastono</title>
		<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/comment-page-1/#comment-129</link>
		<dc:creator>yudihastono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 01:10:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1311#comment-129</guid>
		<description>Sukses jualannya ya anggha.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sukses jualannya ya anggha.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yudihastono</title>
		<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/comment-page-1/#comment-128</link>
		<dc:creator>yudihastono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 01:09:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1311#comment-128</guid>
		<description>Saya tidak punya pengalaman bikin style dangdut. Kebanyakan musik-musik yang saya program bergenre pop. Sebenarnya sama saja sih prinsip dasarnya. Mengerti penggunaan midi sequencer pada keyboard atau digital host sequencer seperti cubase atau protools. Sudah lama ingin share pengalaman juga tentang yang ini cuma waktunya belum mengijinkan. Nanti kapan2 ya mas. Thanks sudah berkunjung ke blog saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak punya pengalaman bikin style dangdut. Kebanyakan musik-musik yang saya program bergenre pop. Sebenarnya sama saja sih prinsip dasarnya. Mengerti penggunaan midi sequencer pada keyboard atau digital host sequencer seperti cubase atau protools. Sudah lama ingin share pengalaman juga tentang yang ini cuma waktunya belum mengijinkan. Nanti kapan2 ya mas. Thanks sudah berkunjung ke blog saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yudihastono</title>
		<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/comment-page-1/#comment-127</link>
		<dc:creator>yudihastono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 01:04:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1311#comment-127</guid>
		<description>Mungkin bisa dimulai dengan belajar keyboard mas. Kalo suka electone, kemungkinan juga akan suka keyboard. Harga unitnya juga lebih murah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin bisa dimulai dengan belajar keyboard mas. Kalo suka electone, kemungkinan juga akan suka keyboard. Harga unitnya juga lebih murah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: monce</title>
		<link>http://yudihastono.com/memori/nostalgia-electone-2/comment-page-1/#comment-126</link>
		<dc:creator>monce</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 03:55:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yudihastono.com/?p=1311#comment-126</guid>
		<description>Halo Mas,
saya mau nanya dong, boleh kan..
bedanya electone tipe EL sama tipe HS apa? dan bagusan yang mana?
kebetulan saya pengen beli yang second tipe lama, kira-kira yang bagus apa ya?
thanks :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Mas,<br />
saya mau nanya dong, boleh kan..<br />
bedanya electone tipe EL sama tipe HS apa? dan bagusan yang mana?<br />
kebetulan saya pengen beli yang second tipe lama, kira-kira yang bagus apa ya?<br />
thanks :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

