Melodi dulu atau lirik dulu?

Mana yang sebaiknya kita buat dulu saat menulis lagu, melodinya dulu atau liriknya dulu? Pertanyaan ini memang termasuk pertanyaan yang paling sering dilontarkan khususnya oleh mereka yang sedang belajar menulis lagu.

“Saat membuat lagu mana yang harus dibuat lebih dulu? Kata-katanya dulu atau nadanya?”

Well, tidak ada aturan baku yang mengharuskan kita menulis lagu mulai dari lirik dulu atau melodi dulu. Itu dulu poin yang paling penting. Mau dari manapun kita mulai, entah itu melodinya dulu atau liriknya dulu, hasil akhirnya tetap sama: Lagu.

Jika Anda membuat minuman teh manis, mana yang Anda masukkan ke dalam gelas terlebih dulu? Air teh kemudian gulanya? Atau gula dulu baru air teh? Beberapa orang suka gula dulu, beberapa orang yang lain suka air tehnya dulu. Mana yang lebih dulu, hasil akhirnya tetap sama, teh manis.  Kalo saya sih lebih suka gula dulu, tapi itu saya lho ya. Lain halnya mungkin dengan Anda.

Jadi, mesti mulai dari mana?

Seperti yang saya tadi sudah jelaskan, tidak ada aturan baku. Namun ada beberapa hal yang mungkin bisa membantu Anda untuk menentukan harus mulai dari mana Anda saat menulis lagu.

1. Kemudahan dan kenyamanan

Mungkin lebih mudah bagi Anda untuk menuliskan liriknya dulu karena dari lirik akan muncul inspirasi untuk membuat melodinya. Atau juga sebaliknya. Lakukan saja mana yang lebih mudah dan lebih nyaman bagi Anda. Nggak ada salahnya  juga untuk mencoba dua-duanya. Jika Anda sudah terbiasa menulis lagu mulai dari cara yang satu, cobalah cara yang lainnya. Saya pribadi lebih terbiasa menulis lagu mulai dari melodinya. Namun saya juga pernah mencoba untuk menulis lagu mulai dari liriknya dan cukup terkejut dengan hasilnya. Lain dari yang lain :). Hanya saja, ketika mencoba cara yang lain, jangan sampai Anda memaksakan diri. Jika memang idenya nggak keluar, ya sudah. Anda bisa switch ke cara yang lebih mudah dan nyaman. Atau Anda bisa berhenti dulu dan mencobanya lain waktu.

2. Titik berat lagu

Anda ingin membuat lagu dengan melodi yang bagus, atau lagu dengan lirik yang kuat? Jika Anda ingin lagu yang Anda tulis memiliki melodi yang bagus cobalah untuk mulai menulis dari melodinya dulu. Demikian juga sebaliknya. Bila Anda menginginkan lagu dengan lirik yang kuat, cobalah mulai dengan menuliskan liriknya. Namun ini bukan jaminan 100%, hanya merupakan suatu kecenderungan saja. Ada kalanya lagu yang pembuatannya dimulai dari lirik malah lebih melodious dibandingkan dengan lagu yang dibuat mulai dari melodinya dulu.

3. Apa yang terlintas dalam pikiran

Nah, ini nih yang paling enak. Terkadang, secara tiba-tiba, terlintas rangkaian melodi di kepala saya. Kalo sudah begini sih nggak usah pikir-pikir panjang lagi kita harus membuat lagu mulai dari sepenggal melodi yang terlintas tadi. Ada kalanya justru malah kata-katanya yang muncul di pikiran kita. Biasanya, proses pembuatan lagu yang diawali oleh sesuatu yang bersifat spontan seperti ini akan berakhir dengan hasil yang gemilang. Sayangnya, hal semacam ini tidak setiap saat terjadi.

Yang jelas, mau darimana kita mulai, kita selalu perlu menyesuaikan antara yang kita buat pertama dengan yang kita buat berikutnya. Jika Anda mulai dengan kata -kata, Anda harus buat melodi yang klop dengan kata-katanya. Tidak jarang juga setelah kita buat melodinya, gantian kata-katanya yang kita sesuaikan juga karena kita merasa melodi yang kita buat tadi dapet banget feelnya.  Semuanya fleksibel. Sangat fleksibel. Bahkan saking fleksibelnya kita juga bisa membuat lagu mulai dari melodi untuk chorus, kemudian mendapatkan kata-kata dulu untuk versenya, melengkapi chorusnya dengan kata-kata dan akhirnya mendapatkan melodi untuk versenya. Hal ini boleh-boleh saja. Toh hasil akhirnya adalah lagu :).

Ada satu cara lagi membuat lagu selain mulai dari melodi atau liriknya yaitu mulai dari keduanya secara bersamaan. Hal ini sangat mungkin terjadi bila kita sudah memiliki gambaran yang jelas tentang lagu yang akan kita buat. Dalam imajinasi kita sudah terbayang cerita dari lagu ini dan ke mana melodi lagu ini mengalir. Jika ini terjadi, maka kita akan mendapatkan sebuah lagu yang utuh dan menyatu, baik dari segi kesatuan lirik dan melodi maupun dari segi struktur lagunya (verse dan chorus).

Ada pertanyaan, bagaimana jika kita belum ada gambaran tentang lagunya tapi kita ingin membuat lagu mulai dari lirik dan melodi secara bersamaan? Apakah mungkin? Sangat mungkin. Coba saja. Saya juga pernah mencobanya, awalnya mencoba untuk menyanyikan satu baris kata-kata, spontan saja. Dari sini, kemudian baru muncul ide-ide berikutnya. Tapi proses ini nggak mudah lho ya. Kalo kita nggak dalam kondisi mood yang bagus, sebaiknya jangan dipaksakan. Mungkin bagi yang sudah terbiasa dengan cara ini, akan fine fine saja. Saya sendiri banyak stucknya dengan cara ini. Jadi lebih suka mulai dari melodi saja.

Kesimpulannnya, dalam membuat lagu kita bisa mulai dari mana saja.  Yang penting jangan memaksakan diri, selalu libatkan emosi dan just follow your heart and may your song flow. Pastikan juga bahwa dari manapun Anda mulai, hasil akhirnya adalah lagu. Jangan sampai mulai dari melodi atau lirik tapi hasil akhirnya nasi capcay. Hahaha…kalo ini saya juga mau :D.

aj_468x60_v1

There are no comments, yet.

Why don’t you be the first? Come on, you know you want to!

Leave a Comment