Perbedaan Refrain dan Chorus
Bagi Anda yang sedang belajar menulis lagu (yeee…saya juga masih belajar sih), hendaknya dipahami betul bahwa refrain berbeda dengan chorus. Yang terjadi selama ini, apa yang kita sebut-sebut sebagai refrain pada suatu lagu, ternyata adalah chorus. Saya sendiri juga baru menyadarinya ketika menghadiri Unlimited Worship Seminar 2008 yang diadakan di GBI Keluarga Allah, Solo. Pembicara waktu itu adalah Joseph S Djafar, seorang musisi, arranger, songwriter yang sudah sangat kita kenal di blantika musik rohani. Bang Joseph waktu itu menekankan perbedaan ini. Lalu apa bedanya?
OK, saya sekarang akan berikan contoh lagu Silent Night (Malam Kudus), sebuah lagu Natal yang sangat terkenal dan melegenda, ditulis pada tahun 1816 oleh Pastur Austria bernama Joseph Mohr. Liriknya begini, saya ambil sepotong saja ya:
Silent night, holy night
All is calm, all is bright
Round yon Virgin Mother and Child
Holy Infant so tender and mild
Sleep in heavenly peace
Sleep in heavenly peace
Coba Anda perhatikan dua baris terakhir, Sleep in heavenly peace. Dua baris inilah yang disebut dengan refrain. Nah, sekarang coba nyanyikan dalam hati. Anda akan merasakan bahwa 2 baris ini seperti menjadi satu kesatuan dengan baris-baris sebelumnya. Tidak ada transisi atau perpindahan yang jelas yang menunjukkan bahwa bagian ini adalah bagian yang terpisah dari bagian lagu sebelumnya. Kelihatannya seperti nyambung aja gitu. Jadi, refrain bukan merupakan babak baru dalam suatu lagu. Biasanya hanya berupa bentuk pengulangan (Anda perhatikan bahwa lirik 2 baris terakhir adalah sama). Pengulangannya juga pendek (tidak sampai 8 bar). Refrain juga bukan merupakan bagian terpenting atau inti dari lagu. Fungsi dari refrain adalah sebagai respon atas bait yang mendahuluinya sekaligus menjadi resolusi atau penutup sebuah lagu.
Lain halnya dengan chorus. Chorus akan terlihat atau terdengar seperti babak baru dalam suatu lagu. Hal ini tentu saja berbeda dengan refrain yang notabene menjadi satu kesatuan dengan bait atau verse yang mendahulunya. Dalam chorus, ada suatu bentuk musik yang baru. Chorus ini juga biasanya lebih panjang (sekitar 8 bar atau bisa lebih). Berhubung ini bulan menjelang Natal, saya ambilkan contoh lagu Natal lagi untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang chorus, Jingle Bells:
Dashing through the snow
In a one horse open sleigh
O’er the fields we go
Laughing all the way
Bells on bob tails ring
Making spirits bright
What fun it is to laugh and sing
A sleighing song tonight
Oh, jingle bells, jingle bells
Jingle all the way
Oh, what fun it is to ride
In a one horse open sleigh
Jingle bells, jingle bells
Jingle all the way
Oh, what fun it is to ride
In a one horse open sleigh
Jelas bahwa bagian kedua dari lagu ini adalah chorus. Lirik yang lebih panjang dan suasana musik atau lagu yang berbeda (babak baru) sudah cukup untuk menentukan bahwa bagian ini adalah chorus dari lagu Jingle Bells.
Chorus inilah yang sekarang banyak kita jumpai dalam lagu-lagu pop di jaman sekarang, atau lebih tepatnya disebut lagu pop modern. Secara struktur, chorus ini memang sangat ideal dan sangat dibutuhkan oleh industri musik jaman sekarang. Dari segi struktur chorus memungkinkan untuk diulang sebanyak 2 kali atau lebih guna memenuhi durasi standar lagu pop modern saat ini, yaitu sekitar 3 hingga 4 menit (ada juga yang 5 menit atau lebih lho). Berbeda dengan refrain, chorus di lagu pop modern adalah bagian terpenting dan merupakan inti dari lagu. Chorus bukan hanya sekedar respon atau digunakan sebagai penutup. Chorus adalah bagian yang vital karena bagian lagu yang bisa ‘dijual’ seringkali justru terdapat di chorus ini. Bagian lagu yang bisa dijual itu adalah hook, atau bagian lagu yang paling diingat. Namanya saja hook, jadi otomatis hook ini harus diulang-ulang sesering mungkin biar tambah nyantol ke telinga pendengar dan diingat terus. Otomatis chorus yang berisi hook ini yang diulang-ulang. Lagu-lagu big hits biasanya memiliki chorus dengan hook yang kuat.
Jadi sekarang mudah-mudahan jelas ya. Refrain itu beda dengan chorus. Jadi mestinya sekarang sudah fasih membedakan mana refrain dan mana yang chorus.
Semoga bermanfaat.



Halo Mas Yudi. thanks banget buat infonya. Bener-bener bermanfaat. Selama ini saya anggap refrain dan chorus sama.
Boleh minta izin postingan Mas untuk saya jadikan sumber untuk tulisan di blog saya? Thanks. :)
Halo Lia… Silakan saja. Jika tidak berkeberatan, sertakan link artikelnya ya… and you’re always welcome.
Thanks Mas Yudi. Pasti saya sertakan linknya.
[...] time ago I accidentally found this site written by Yudi Hastono. His post opened my eyes. Refrain and Chorus are not the same. It’s [...]